Tulisan ini adalah tulisan setelah lama tak pulang ke kampung halaman tempatku bermain sewaktu libur sekolah saat masih kecil dulu. ku kunjungi lagi pada desember 2015 kemarin setelah bertahun tak ku jenguk. tetapi sekarang semua sudah jauh berbeda
Pulau
berjuluk seribu sungai tak lain dan tak bukan itulah kalimantan. Sungai-sungai
besar yang menjejerkan jamban-jamban tempat mandi dan buang hajat bisa ditemui
di seluruh dusun di tepi sungai, termasuk salah satunya sungai air besar atau
aik ayak sebutan masyarakat dusun kurnia di hulu kuala behe kabupaten landak
kalimantan barat.
Kuala
behe adalaha sentral tempat perahu bermotor/motor pepet (sebutan setempat)
mangkal sebelum mengangkut penumpangnya ke desa-desa tujuan. Dari atas motor pepet
bisa dinikmati air sungai yang mengalir meliuk-liuk itu melewati desa-desa. Sore
menjelang malam ramai penduduk pedesaan ke jamban terdekat dari rumahnya.
Mencuci, mandi, buang hajat semua mereka lakukan di jamban paling dekat dari
rumah mereka. Tetapi itu dulu! Konsesi pemerintah dan perusahaan sawitpun
masuk, masuk hingga ke hulu sungai air besar salah satunya dusun kurnia
Menurut
warga dusun ada 2 Perusahaan sawit yang masuk dan merambah area sekitar mereka
dan terutama di hulu sungainya.
Dua
kesimpulan pribadi saya ambil dengan masuknya perusahaan sawit ke dusun kurnia
tempat di mana saya bermain waktu kecil dulu dan saya kunjungi lagi sekarang
saat dewasa pada akhir tahun 2015:
Kesimpulan
pertama terkait keuntungan bagi masyarakat dengan hadirnya perusahaan sawit
yang masuk ke desa-desa berarti akan ada penggusuran lahan dan jalan, jalan ini
dapat digunakan segala kendaraan darat terutama motor sehingga perjalanan yang
dulunya dari kuala behe ke hulu sungai air besar yang dilakukan dengan
menggunakan motor pepet (dua jam perjalanan) atau berjalan kaki (5-6 jam
perkjalanan) sekarang dapat di tempuh
30 menit saja dan sudah sampai di depan rumah. sudah sampai di depan rumah.
Kesimpulan
kedua, dengan adanya sawit maka hutan-hutan yang dulunya menjadi penghambat air
hujan untuk terjun langsung masuk kesungai, sekarang sudah tak ada lagi. Warga dusun
kurnia berkata sekarang apabila hujan maka sungai akan banjir seketika dengan
warna air keruh dan berbau. Mandi di sungai menjadi waspada karena pernah ada warga
yang badannya gatal-gatal, walaupun sekarang sudah ada air yang langsung
mengalir ke rumah air ini debitnya hanya sedikit dan kebiasaan warga dusun kurnia adalah mandi di sungai yang sekarang
hutannya telah terambah sawit.
sumber gambar : google dan pribadi




Tidak ada komentar:
Posting Komentar