| Rumah Ngkuyang |
Rumah Panjang ini dinamakan Rumah Kuyang, dibangun pada tahun 1942 dengan 7 buah pintu. Yang mana hanya tersisa lima pintu yang masih dihuni. 1 pintu sudah hancur, lapuk dimakan usia. 1 pintu lainnya ditinggalkan setelah penghuninya membangun rumah di tempat lain.
.
Sepengetahuanku hanya tersisa 2 Rumah Panjang di Kabupaten Landak. 1 Rumah Kuyang ini, 1 lagi Rumah Panjang yang ada di desa Saham (belum kuketahui namanya).
.
Rumah Kuyang, benar-benar tampak memprihatinkan karena tidak terlihat usaha dari pemerintah setempat untuk melakukan pemugaran pada Rumah bersejarah ini.
Padahal jelas sekali hanya tersisa 2 Rumah Panjang yang ada di Landak. 2 Rumah Panjang ini selamat tentu saja karena penghuninya berani. Berani mempertahankannya dari tuduhan-tuduhan pemerintah waktu itu. Penghuni Rumah Panjang lainnya yang tidak berani, segera saja meninggalkan Rumah Panjangnya bahkan ada yang dengan sengaja membakarnya setelah para penghuninya tak lagi tinggal di situ.
.
Bersamaan dengan itu maka hilang sudah kebudayaan lisan yang biasa dituturkan nenek moyang di dalam rumah panjang. Bukan hanya itu, perlahan-lahan identitas kedayakannya pun hilang.
Kita begitu pongah saat Suku Dayak disebut sakti, cantik, putih dsb.
Tapi semakin hari kita kehilangan media komunikasi dengan leluhur.
.
Sekarang, di Kabupaten Landak, hanya 2 Rumah Panjang yang tersisa itupun agak kuang terawat.
| Bagian rumah yang sudah rusak |
Sepengetahuanku hanya tersisa 2 Rumah Panjang di Kabupaten Landak. 1 Rumah Kuyang ini, 1 lagi Rumah Panjang yang ada di desa Saham (belum kuketahui namanya).
.
Rumah Kuyang, benar-benar tampak memprihatinkan karena tidak terlihat usaha dari pemerintah setempat untuk melakukan pemugaran pada Rumah bersejarah ini.
Padahal jelas sekali hanya tersisa 2 Rumah Panjang yang ada di Landak. 2 Rumah Panjang ini selamat tentu saja karena penghuninya berani. Berani mempertahankannya dari tuduhan-tuduhan pemerintah waktu itu. Penghuni Rumah Panjang lainnya yang tidak berani, segera saja meninggalkan Rumah Panjangnya bahkan ada yang dengan sengaja membakarnya setelah para penghuninya tak lagi tinggal di situ.
.
Bersamaan dengan itu maka hilang sudah kebudayaan lisan yang biasa dituturkan nenek moyang di dalam rumah panjang. Bukan hanya itu, perlahan-lahan identitas kedayakannya pun hilang.
Kita begitu pongah saat Suku Dayak disebut sakti, cantik, putih dsb.
Tapi semakin hari kita kehilangan media komunikasi dengan leluhur.
.
Sekarang, di Kabupaten Landak, hanya 2 Rumah Panjang yang tersisa itupun agak kuang terawat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar