Sabtu, 23 November 2019

Rumah Ngkuyang, Rumahku malang.


Rumah Ngkuyang
Rumah Ngkuyang

Kebanggaan dan Perasaan sedih datang bersamaan saat ku jejakkan kakiku di Rumah Panjang ini.
Rumah Panjang ini dinamakan Rumah Kuyang, dibangun pada tahun 1942 dengan 7 buah pintu. Yang mana hanya tersisa lima pintu yang masih dihuni. 1 pintu sudah hancur, lapuk dimakan usia. 1 pintu lainnya ditinggalkan setelah penghuninya membangun rumah di tempat lain.


Bagian rumah yang sudah rusak
.
Sepengetahuanku hanya tersisa 2 Rumah Panjang di Kabupaten Landak. 1 Rumah Kuyang ini, 1 lagi Rumah Panjang yang ada di desa Saham (belum kuketahui namanya).
.

Rumah Kuyang, benar-benar tampak memprihatinkan karena tidak terlihat usaha dari pemerintah setempat untuk melakukan pemugaran pada Rumah bersejarah ini.
Padahal jelas sekali hanya tersisa 2 Rumah Panjang yang ada di Landak. 2 Rumah Panjang ini selamat tentu saja karena penghuninya berani. Berani mempertahankannya dari tuduhan-tuduhan pemerintah waktu itu. Penghuni Rumah Panjang lainnya yang tidak berani, segera saja meninggalkan Rumah Panjangnya bahkan ada yang dengan sengaja membakarnya setelah para penghuninya tak lagi tinggal di situ.
.
Bersamaan dengan itu maka hilang sudah kebudayaan lisan yang biasa dituturkan nenek moyang di dalam rumah panjang. Bukan hanya itu, perlahan-lahan identitas kedayakannya pun hilang.
Kita begitu pongah saat Suku Dayak disebut sakti, cantik, putih dsb.
Tapi semakin hari kita kehilangan media komunikasi dengan leluhur.
.
Sekarang, di Kabupaten Landak, hanya 2 Rumah Panjang yang tersisa itupun agak kuang terawat. 
Begitu tegakah kita sebagai anak Dayak membiarkannya rusak perlahan dimakan usia.

.
Nb: Rumah Kuyang ini berada di Desa Tebedak, sekitar 6km dari Ngabang, kabupaten Landak, Kalimantan Barat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar