Senin, 26 Desember 2016

Imajinasi ideal mahasiswa


“Coy, ga ke kampus?”

Begitu terdengar suara dari luar mengetuk pintu kamarku dengan agak kasar. “Masuk! Ngapain ke kampus?” jawabku dengan nada ogah-ogahan.

“Kampretlah kau coy, lupakah kalau ada rapat panitia ospek jam 18.00 di kampus? 10 menit lagi jam 18.00”

“tapi kan ospek udah dihapus sama menteri pendidikan pak Anies Baswedan” jawabku

“lihat berita ga? Menteri udah di reshufle coy. Bukan pak Anies lagi menteri pendidikan. Gimana? Ikut ke kampus ndak?”

Sembari ngeliat jam. “ aku belum mandi, bentar ngopi dululah. Paling nanti molor rapatnya”

“aish...bolehlah coy, mana kopi bali yang dikasi gebetanmu yang anak Hima tu?”

“Udah habis. kalaupun masih, hanya aku sendiri yang boleh menyeduhnya. Biar kami bercengkrama lewat aroma kopi yang menguar, menelusup jiwa, menyatukan rasa”

“hahahaha taik lah kau coy”

“Tu ada kopi sachetan ditoples, aku mandi dulu”


Mahasiswa kekinian yang kura-kura (kuliah rapat-kuliah rapat) biasalah dengan obrolan kayak gini. Dan hal biasa juga pas rapat ada mahasiswa yang cuma ngecengin gebetan sebagai motivasi berorganisasi. Sambil menyelam minum air.  Ada yang cukces, tak cedikit yang gagal.

Berangkat kampus pagi sampai siang (ini kuliah beneran loh ya), rapat sore sampai malam. Ya, ga gitu setiap hari sih, kadang-kadang aja. Paling kalau pas lagi ada kegiatan kampus yang diikuti. Biasanya sih kegiatan kampus itu pensi, makrab, seminar dan yang paling besar ya ospek. Saat di mana banyak maba-maba polos mengggemaskan berkeliaran, dengan atasan putih celana atau rok hitam bahkan tak jarang mereka diminta eh disuruh memakai aksesoris-aksesoris yang ga ada esensinya bagi seorang yang berpendidikan. Suka-suka panitia dong! Ente kan maba ikut aja!


seperti biasa sebelum kegiatan-kegiatan tadi pastilah ada proposal ke kampus lebih dulu. Masak kegiatan ga dapat dana? kan ada dana mahasiswa. Lewat prosedural yang benar, setelah dapat tanda tangan BEM  DPM ajukan ke kemahasiswaan atau apalah namanya biro itu, tunggu seminggu atau 2 minggu kemudian keluar dah duitnya. Kadang duitnya banyak kadang duitnya dikit. Kalau duitnya banyak bolehlah diambil sedikit hitung-hitung belajar korup sejak dini wong presiden terkorup salah satunya presidenmu kok (upppz). 

kalau duitnya dikit, mampus kau berusaha dana. Pontang-panting mikirin ide agar kegiatan tetap berlangsung dan dana yang kurang tercukupi. Terserah mau ngamen, jualan. Apa aja deh yang penting usaha dana atau yang paling mudah mengkontak para senior agar menjadi donor.


Nah, aku punya tips kalau mau proposal diacc dan dapat duitnya banyak, tapi kamu jangan bilang siapa-siapa yah?. Cukup kamu sama aku aja yang tau. Oke?. Kalau mau dapat uang banyak kamu harus ngedeketin orang BEM dan DPM yang tukang acc biasanya sih ketuanya. Hati-hati, kamu harus lihat-lihat kalau ketuanya orang yang punya pendirian dan tegas akan susah atau malah tidak mungkin kamu untuk melobi. Tapi, kalau orangnya kurang punya pendirian dan plin-plan. Jangan sia-siakan kesempatan yang terpampang di depan mata. Jangan salah yah, meskipun dia  pemimpin mahasiswa di kampusmu ga menutup kemungkinan kalau dia orangnya plin-plan dan tidak punya pendirian. itu mah biasa.


Padahal yah, sejatinya lembaga mahasiswa dan mahasiswa di dalamnya tidak boleh mempraktikkan sistem-sistem KKN bobrok begini dikampus atau dimanapun juga di negei ini!. “Idealisme adalah kemenangan terakhir yang dimiliki oleh pemuda” begitu kata Tan Malaka. Pramoedya Ananta Toer lewat tokoh Jean Marais dalam bumi manusia juga berkata “Seorang terpelajar harus juga berlaku adil sejak dalam pikiran apalagi perbuatan”

Sistem KKN yang bobrok itu adalah warisan yang sudah berpuluh tahun? Sampai kapan kau sebagai pemuda mau menganut sistem itu? Kasihan dengan generasimu selanjutnya. Pikirkanlah mereka.

“udah mandi aku bro, udah ganteng gini ayo berangkat ke kampus, rapat ospek dan ketemu gebetan”

“ sorry coy, tawaranku untuk ngajak dinner gebetan diacc barusan, kau aja yah yang ke kampus. Bilang aja aku ga bisa datang karena lagi sibuk. Ya...ya...ya...”

Kampretlah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar