“Coy, ga ke kampus?”
Begitu terdengar suara
dari luar mengetuk pintu kamarku dengan agak kasar. “Masuk! Ngapain ke kampus?”
jawabku dengan nada ogah-ogahan.
“Kampretlah kau coy,
lupakah kalau ada rapat panitia ospek jam 18.00 di kampus? 10 menit lagi jam
18.00”
“tapi kan ospek udah
dihapus sama menteri pendidikan pak Anies Baswedan” jawabku
“lihat berita ga?
Menteri udah di reshufle coy. Bukan pak Anies lagi menteri pendidikan. Gimana?
Ikut ke kampus ndak?”
Sembari ngeliat jam. “
aku belum mandi, bentar ngopi dululah. Paling nanti molor rapatnya”
“aish...bolehlah coy,
mana kopi bali yang dikasi gebetanmu yang anak Hima tu?”
“Udah habis. kalaupun
masih, hanya aku sendiri yang boleh menyeduhnya. Biar kami bercengkrama lewat
aroma kopi yang menguar, menelusup jiwa, menyatukan rasa”
“hahahaha taik lah kau
coy”
“Tu ada kopi sachetan
ditoples, aku mandi dulu”
Mahasiswa kekinian yang
kura-kura (kuliah rapat-kuliah rapat) biasalah dengan obrolan kayak gini. Dan
hal biasa juga pas rapat ada mahasiswa yang cuma ngecengin gebetan sebagai
motivasi berorganisasi. Sambil menyelam minum air. Ada yang cukces, tak cedikit yang gagal.
Berangkat kampus pagi
sampai siang (ini kuliah beneran loh ya), rapat sore sampai malam. Ya, ga gitu
setiap hari sih, kadang-kadang aja. Paling kalau pas lagi ada kegiatan kampus
yang diikuti. Biasanya sih kegiatan kampus itu pensi, makrab, seminar dan yang
paling besar ya ospek. Saat di mana banyak maba-maba polos mengggemaskan
berkeliaran, dengan atasan putih celana atau rok hitam bahkan tak jarang mereka
diminta eh disuruh memakai aksesoris-aksesoris yang ga ada esensinya bagi
seorang yang berpendidikan. Suka-suka panitia dong! Ente kan maba ikut aja!
seperti biasa sebelum kegiatan-kegiatan
tadi pastilah ada proposal ke kampus lebih dulu. Masak kegiatan ga dapat dana?
kan ada dana mahasiswa. Lewat prosedural yang benar, setelah dapat tanda tangan
BEM DPM ajukan ke kemahasiswaan atau
apalah namanya biro itu, tunggu seminggu atau 2 minggu kemudian keluar dah
duitnya. Kadang duitnya banyak kadang duitnya dikit. Kalau duitnya banyak
bolehlah diambil sedikit hitung-hitung belajar korup sejak dini wong presiden
terkorup salah satunya presidenmu kok (upppz).
kalau duitnya dikit,
mampus kau berusaha dana. Pontang-panting mikirin ide agar kegiatan tetap
berlangsung dan dana yang kurang tercukupi. Terserah mau ngamen, jualan. Apa
aja deh yang penting usaha dana atau yang paling mudah mengkontak para senior
agar menjadi donor.
Nah, aku punya tips kalau
mau proposal diacc dan dapat duitnya banyak, tapi kamu jangan bilang siapa-siapa
yah?. Cukup kamu sama aku aja yang tau. Oke?. Kalau mau dapat uang banyak kamu
harus ngedeketin orang BEM dan DPM yang tukang acc biasanya sih ketuanya.
Hati-hati, kamu harus lihat-lihat kalau ketuanya orang yang punya pendirian dan
tegas akan susah atau malah tidak mungkin kamu untuk melobi. Tapi, kalau
orangnya kurang punya pendirian dan plin-plan. Jangan sia-siakan kesempatan
yang terpampang di depan mata. Jangan salah yah, meskipun dia pemimpin mahasiswa di kampusmu ga menutup
kemungkinan kalau dia orangnya plin-plan dan tidak punya pendirian. itu mah
biasa.
Padahal yah, sejatinya
lembaga mahasiswa dan mahasiswa di dalamnya tidak boleh mempraktikkan
sistem-sistem KKN bobrok begini dikampus atau dimanapun juga di negei ini!.
“Idealisme adalah kemenangan terakhir yang dimiliki oleh pemuda” begitu kata
Tan Malaka. Pramoedya Ananta Toer lewat tokoh Jean Marais dalam bumi manusia
juga berkata “Seorang terpelajar harus juga berlaku adil sejak dalam pikiran
apalagi perbuatan”
Sistem KKN yang bobrok
itu adalah warisan yang sudah berpuluh tahun? Sampai kapan kau sebagai pemuda
mau menganut sistem itu? Kasihan dengan generasimu selanjutnya. Pikirkanlah
mereka.
“udah mandi aku bro,
udah ganteng gini ayo berangkat ke kampus, rapat ospek dan ketemu gebetan”
“ sorry coy, tawaranku
untuk ngajak dinner gebetan diacc barusan, kau aja yah yang ke kampus. Bilang
aja aku ga bisa datang karena lagi sibuk. Ya...ya...ya...”
Kampretlah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar