Rabu, 16 Desember 2020

Khayalan Tidur.

Tidur adalah kebutuhan, menurut penelitian dibutuhkan waktu 7-8 jam bagi orang dewasa untuk memenuhi kebutuhan tidurnya agar tercapai tidur yang berkualitas. Dengan tidur yang berkualitas maka diharapkan tubuh juga pikiran akan segar dan lebih aktif ketika kita melakukan kegiatan sehari-hari.
dan tentu mudah saja menemukan artikel-artikel yang bertebaran di internet mengenai kebutuhan tidur yang diperlukan. 
Apakah benar demikian dalam kenyataannya? bagi sebagian orang mungkin saja iya,  tapi bagiku ini hal yang cukup bertentangan. (apakah ini penyebab aku tidak produktif?)

Sumber : https://www.bangkokpattayahospital.com/en/healthcare-services/neuroscience-center-en/neuroscience-health-articles-en/item/2396-sleep-disorders-en.html


Sebagai seorang pekerja shift-shiftan yang kadangkala bekerja ketika matahari masih bersinar terang dan kadang pula bekerja saat orang-orang lain sedang tertidur pulas tentu saja membangun ritme tidur yang konsisten amat sangat sulit. Misalnya ketika sedang bekerja shift malam, saat libur kebiasaan begadang akan terus terbawa bahkan seringkali besoknya shift pagi dan hingga jam 3 pagi ini baru aku beranjak ke kasurku. (sebagai informasi tambahan setelah shift malam 2x aku akan dapat libur 1 hari dan 1 hari off (tepat setelah selesai shift malam kedua)).Setelah di kasurpun perkara memejamkan mata menuju tertidur bukanlah hal yang mudah, seringkali khayalan-khayalan muncul mememuhi imaji tentang masa depan atau apa kesalahan masa lalu yang seharusnya tak dilakukan menggerayangi angan-angan sebelum jatuh terlelap.

Dan aku tidak pernah tahu setelah berapa lama mengarungi khayalan baru akhirnya aku benar-benar jatuh ke dunia tidur  untuk bangun jam 6 pagi dan bersiap untuk bekerja kembali. Artinya aku hanya punya waktu 2-3 jam untuk tidur, lalu kualitas tidur seperti apa yang kudapatkan? sebagai ganti atau istilah yang sering kita dengan sebagai 'balas dendam tidur', Selepas pulang bekerja shift pagi aku akan langsung bergegas tidur setelah sebelumnya menghisap sebatang dua batang rokok (satu kebiasaan burukku)

Berbicara mengenai khayalan sebelum tidur, tentu saja tidak sedikit dari kawan-kawan yang juga mengalami hal yang sama.
Apa solusi yang kalian terapkan? karena lelah atau niat untuk tidur lebih cepat pun belum tentu mampu membuatku terlelap dengan segera.




Selasa, 08 Desember 2020

Setiap orang pasti punya keluh kesahnya sendiri, apa saja, mulai dari hal-hal sepele bahkan hingga rumit dan kompleks.
Untuk kita sebagai lian dari si empu pemilik masalah merasakan hal tersebut tidaklah mudah apalagi jika kita memandang memakai sudut pandang sendiri lengkap dengan kacamata kuda.

kali ini aku mau bercerita tentang pengalaman beberapa tahun silam, saat seorang rekan kerja meninggal.
Aku, sebagai salah satu dari sekian orang yang pertama kali menemukan jasadnya terbujur kaku sampai hari ini masih terheran-heran kenapa ia menyalahgunakan wewenang yang ia punya untuk kenikmatan sendiri, lalu menyalahgunakan obat-obatan yang bisa dengan mudah ia akses sebagai bahan pelarian yang merenggut nyawanya sendiri.

Apa kiranya masalah yang ia hadapi? apakah begitu berat? mengingat dari beberapa sumber mengatakan tidak sekali dua dia melakukannya.

Rumor-rumor yang berkembang waktu itu mengatakan ia menyalahgunakan obat-obatan tersebut karena ditinggal istrinya,.

Pikirku dengan wajah tampan yang ia punya dan karir gemilang di usianya ia tak perlu melakukan hal tersebut. Sekali lagi, dalam pikirku  mudah saja baginya untuk mencari penggantinya, karena banyak rekan kerjaku yang begitu terpesona begitu bertemu dan bertatapan langsung dengan dia.

Entahlah, siapa yang tau betapa sulit dan rumit pengalaman yang dialami olehnya.
Memang kau sudah tenang di alam sana, tapi aku masih terngiang.
Isu-isu lain mengatakan banyak juga orang yang punya akses legal terhadap obat-obatan ini dan menggunakannya secara ilegal, motifnya? siapa yang tahu!.


Sejak sekolah dasar kita sudah diajarkan calistung (baca tulis hitung) hingga semakin kesini kita semakin terbiasa dengan hal tersebut, terutama jika kita masih menempuh pendidikan.

Seiring waktu berjalan, sebanding dengan usia yang kian menua calistung kita lakukan seperlunya saja, setidaknya itu buatku dan beberapa teman yang ku amati.

Kemudian muncul era baru, Teknologi Digital kita menyebutnya. Era ini ditandai dengan kemudahan mengakses apapun, di manapun, kapanpun dengan gratis.
Kegiatan calistung semakin mudah dipelajari dan banyak metode-metode yang mempermudah bisa kita adaptasi dari internet untuk memudahkan kegiatan tadi.

Memang kegiatan calistung menyangkut tiga hal ; baca, tulis, hitung. Tapi, saya akan berfokus pada bagian lis yaitu tulis. Terlihat dan terasa mudah, tetapi dalam praktiknya tidak semudah itu kisanak!
Perlu bacaan yang banyak agar dapat menjahit setiap ide-ide di pikiran menjadi enak dibaca pula mudah dipahami, kecuali anda cuma copy paste...hehehe

Masalah orang yang bukan berprofesi sebagai Penulis, atau terpaksa menulis karena tuntutan pekerjaan adalah memulai menulis apa yang ada dipikiran sendiri meskipun ide di kepala begitu melimpah ruah banyaknya. 

Tidak di situ saja, ketika menulispun kita masih akan kebingungan menata kata-kata menjadi kalimat yang enak dibaca sekaligus yang paling penting adalah bangaimana ide yang ingin kita sampaikan dapat diterima khalayak pada umumnya.

Lihatlah! Aku mulai menulis. Empat paragraph di atas begitu mudah dituliskan tapi apa ide utamanya?... dan sekarangpun aku kebingungan mengakhiri tulisan ini seperti apa dan bagaimana.
Atau ku tutup saja sekarang sebagai permulaan untuk tulisan-tulisan berikutnya.


Salam

8 Desember 2020