Setiap orang pasti punya keluh kesahnya sendiri, apa saja, mulai dari hal-hal sepele bahkan hingga rumit dan kompleks.
Untuk kita sebagai lian dari si empu pemilik masalah merasakan hal tersebut tidaklah mudah apalagi jika kita memandang memakai sudut pandang sendiri lengkap dengan kacamata kuda.
kali ini aku mau bercerita tentang pengalaman beberapa tahun silam, saat seorang rekan kerja meninggal.
Aku, sebagai salah satu dari sekian orang yang pertama kali menemukan jasadnya terbujur kaku sampai hari ini masih terheran-heran kenapa ia menyalahgunakan wewenang yang ia punya untuk kenikmatan sendiri, lalu menyalahgunakan obat-obatan yang bisa dengan mudah ia akses sebagai bahan pelarian yang merenggut nyawanya sendiri.
Apa kiranya masalah yang ia hadapi? apakah begitu berat? mengingat dari beberapa sumber mengatakan tidak sekali dua dia melakukannya.
Rumor-rumor yang berkembang waktu itu mengatakan ia menyalahgunakan obat-obatan tersebut karena ditinggal istrinya,.
Pikirku dengan wajah tampan yang ia punya dan karir gemilang di usianya ia tak perlu melakukan hal tersebut. Sekali lagi, dalam pikirku mudah saja baginya untuk mencari penggantinya, karena banyak rekan kerjaku yang begitu terpesona begitu bertemu dan bertatapan langsung dengan dia.
Entahlah, siapa yang tau betapa sulit dan rumit pengalaman yang dialami olehnya.
Memang kau sudah tenang di alam sana, tapi aku masih terngiang.
Isu-isu lain mengatakan banyak juga orang yang punya akses legal terhadap obat-obatan ini dan menggunakannya secara ilegal, motifnya? siapa yang tahu!.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar