Selasa, 08 Desember 2020

Sejak sekolah dasar kita sudah diajarkan calistung (baca tulis hitung) hingga semakin kesini kita semakin terbiasa dengan hal tersebut, terutama jika kita masih menempuh pendidikan.

Seiring waktu berjalan, sebanding dengan usia yang kian menua calistung kita lakukan seperlunya saja, setidaknya itu buatku dan beberapa teman yang ku amati.

Kemudian muncul era baru, Teknologi Digital kita menyebutnya. Era ini ditandai dengan kemudahan mengakses apapun, di manapun, kapanpun dengan gratis.
Kegiatan calistung semakin mudah dipelajari dan banyak metode-metode yang mempermudah bisa kita adaptasi dari internet untuk memudahkan kegiatan tadi.

Memang kegiatan calistung menyangkut tiga hal ; baca, tulis, hitung. Tapi, saya akan berfokus pada bagian lis yaitu tulis. Terlihat dan terasa mudah, tetapi dalam praktiknya tidak semudah itu kisanak!
Perlu bacaan yang banyak agar dapat menjahit setiap ide-ide di pikiran menjadi enak dibaca pula mudah dipahami, kecuali anda cuma copy paste...hehehe

Masalah orang yang bukan berprofesi sebagai Penulis, atau terpaksa menulis karena tuntutan pekerjaan adalah memulai menulis apa yang ada dipikiran sendiri meskipun ide di kepala begitu melimpah ruah banyaknya. 

Tidak di situ saja, ketika menulispun kita masih akan kebingungan menata kata-kata menjadi kalimat yang enak dibaca sekaligus yang paling penting adalah bangaimana ide yang ingin kita sampaikan dapat diterima khalayak pada umumnya.

Lihatlah! Aku mulai menulis. Empat paragraph di atas begitu mudah dituliskan tapi apa ide utamanya?... dan sekarangpun aku kebingungan mengakhiri tulisan ini seperti apa dan bagaimana.
Atau ku tutup saja sekarang sebagai permulaan untuk tulisan-tulisan berikutnya.


Salam

8 Desember 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar