Sejak sekolah dasar kita sudah diajarkan calistung (baca tulis hitung) hingga semakin kesini kita semakin terbiasa dengan hal tersebut, terutama jika kita masih menempuh pendidikan.
Seiring waktu berjalan, sebanding dengan usia yang kian menua calistung kita lakukan seperlunya saja, setidaknya
itu buatku dan beberapa teman yang ku amati.
Kemudian muncul
era baru, Teknologi Digital kita menyebutnya. Era ini ditandai dengan
kemudahan mengakses apapun, di manapun, kapanpun dengan gratis.
Kegiatan
calistung semakin mudah dipelajari dan banyak metode-metode yang mempermudah bisa kita
adaptasi dari internet untuk memudahkan kegiatan tadi.
Memang
kegiatan calistung menyangkut tiga hal ; baca, tulis, hitung. Tapi,
saya akan berfokus pada bagian lis yaitu tulis. Terlihat dan terasa
mudah, tetapi dalam praktiknya tidak semudah itu kisanak!
Perlu
bacaan yang banyak agar dapat menjahit setiap ide-ide di pikiran
menjadi enak dibaca pula mudah dipahami, kecuali anda cuma copy paste...hehehe
Masalah orang
yang bukan berprofesi sebagai Penulis, atau terpaksa menulis karena
tuntutan pekerjaan adalah memulai menulis apa yang ada dipikiran sendiri meskipun ide di kepala begitu melimpah ruah banyaknya.
Tidak di situ saja, ketika menulispun kita masih akan
kebingungan menata kata-kata menjadi kalimat yang enak dibaca
sekaligus yang paling penting adalah bangaimana ide yang ingin kita
sampaikan dapat diterima khalayak pada umumnya.
Lihatlah! Aku
mulai menulis. Empat paragraph di atas begitu mudah dituliskan tapi
apa ide utamanya?... dan sekarangpun aku kebingungan mengakhiri
tulisan ini seperti apa dan bagaimana.
Atau ku tutup saja sekarang
sebagai permulaan untuk tulisan-tulisan berikutnya.
Salam
8 Desember 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar